Jaminan Pekerja dan Perjanjian Kerja di Bagian Teknologi Informasi

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
Jaminan Pekerja dan Perjanjian Kerja di Bagian Teknologi Informasi
Jaminan Pekerja dan Perjanjian Kerja di Bagian Teknologi Informasi

Belakangan ini kebutuhan akan tenaga kerja di bidang IT tengah mengalami peningkatan. Peningkatan jumlah kebutuhan tenaga kerja IT ini terjadi karena jumlah perusahaan IT yang semakin banyak. Di lain sisi, beberapa perusahaan IT yang sudah lama juga banyak yang mengembangkan sayap usahanya ke area yang lebih luas.

Untuk melindungi tenaga kerja IT dari perlakuan semena – mena perusahaan, pemerintah melalui Undang – Undang telah memberikan berbagai macam jaminan. Jaminan tersebut terdiri dari jaminan pemberian upah, jaminan untuk mendapatkan cuti hamil dan melahirkan, jaminan perlindungan pekerjaan, dan beberapa jaminan lainnya.

Jaminan Pekerja IT Tidak Berbeda dengan Jaminan Pekerja di Bidang Lainnya!

Secara umum, jaminan pekerja IT tidak berbeda jauh dari jaminan yang didapatkan oleh para pekerja di bidang lainnya. Standar upah yang diberlakukan untuk para pekerja IT juga tidak berbeda dengan standar upah yang diberlakukan untuk tenaga kerja di bidang lainnya. Dalam hal ini, baik itu tenaga kerja IT atau bukan. Standar upahnya tetap mengikuti standar UMP atau UMK yang berlaku di lokasi operasional perusahaan.

Pekerja IT juga mendapatkan hak – hak yang sama dengan pekerja di bidang lainnya, seperti: hak untuk mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR), hak untuk mendapatkan cuti, hak untuk mendapatkan pesangon (bila terkena Pemutusan Hubungan Kerja), dan berbagai macam hak lainnya.

Jaminan Pekerja dan Perjanjian Kerja di Bagian Teknologi Informasi
Jaminan Pekerja dan Perjanjian Kerja di Bagian Teknologi Informasi

Untuk urusan jam kerja, meskipun pekerjaan di bidang IT sering kali tidak membutuhkan banyak tenaga, namun jam kerja untuk pekerja di bidang IT tetap mengikuti aturan jam kerja yang berlaku untuk bidang – bidang lainnya, yaitu selama 40 jam dalam seminggu. Aturan jam kerja tersebut dapat diberlakukan dalam dua alternatif pembagian hari kerja. Yaitu selama 5 hari kerja dalam seminggu dengan 8 jam kerja per hari atau selama 6 hari kerja dalam seminggu dengan 7 jam kerja per hari.

Perjanjian Kerja di Bidang IT

Perjanjian kerja di bidang IT wajib dibuat saat tenaga kerja diterima di perusahaan IT. Secara keseluruhan isi dari perjanjian kerja IT tidak jauh berbeda dengan isi perjanjian kerja untuk bidang – bidang pekerjaan yang lainnya.

Perjanjian kerja di bidang IT wajib memuat informasi seputar hak dan kewajiban yang akan ditanggung oleh pekerja serta hak dan kewajiban yang akan ditanggung oleh perusahaan. Perjanjian kerja tersebut hanya dikatakan sah bila kedua belah pihak yang terkait. Yaitu pekerja dan perusahaan sama – sama menandatangani perjanjian tersebut di atas materai.

Perjanjian kerja IT yang sudah dibuat oleh tenaga kerja dan perusahaan akan batal bila salah satu pihak yang terkait melakukan pelanggaran / melanggar poin perjanjian yang ada dalam kontrak kerja tersebut.

Tenaga Kerja Outsourching

Tenaga kerja di bidang IT dituntut untuk memiliki kemampuan IT yang memadai. Tidak jarang perusahaan – perusahaan IT menggunakan jasa perusahaan outsourching untuk bisa mendapatkan tenaga kerja yang siap pakai.

Dalam kasus seperti ini, kontrak kerja di bidang IT tidak berjalan secara langsung dari perusahaan IT ke tenaga kerja. Kontrak kerjanya akan dijalankan melalui pihak ke tiga, yaitu pihak perusahaan outsourching. Artinya, perjanjian kerja akan dibuat dalam dua tahap, yaitu tahap pertama antara perusahaan IT dan perusahaan outsourching, dan tahap ke dua antara perusahaan outsourching dan perusahaan IT.

Itulah sedikit gambaran mengenai jaminan pekerja dan perjanjian kerja di bidang IT yang bisa kami bagikan kepada Anda. Semoga bermanfaat ya!

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.