Sistem Perupahan Indonesia

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
Sistem Perupahan Indonesia
Sistem Perupahan Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara yang menganut banyak sistem perupahan. Setiap perusahaan dibebaskan untuk menggunakan sistem perupahan yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Di lain sisi, sistem perupahan Indonesia juga ditetapkan berdasarkan jenis pekerjaan yang dilakukan.

Secara keseluruhan, sistem upah yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut:

Beberapa Sistem Perupahan Indonesia yang Sering Digunakan Perusahaan

1. Upah Menurut Waktu

Upah menurut waktu merupakan upah yang perhitungannya didasarkan pada waktu kerja. Dalam sistem upah ini dikenal beberapa istilah, seperti upah mingguan, upah harian, upah bulanan, upah 10 harian, dan lain – lain bergantung pada lama waktu kerja yang disepakati.

Dalam prakteknya, sistem upah menurut waktu biasanya cenderung lebih banyak diterapkan oleh perusahaan – perusahaan skala kecil untuk buruh lepas atau pun tenaga kerja tidak tetap.

2. Upah Prestasi

Sistem perupahan Indonesia yang kedua adalah sistem upah prestasi. Sistem upah prestasi dijalankan dengan berdasarkan pada prestasi kerja. Besaran upah akan dihitung dengan mengacu pada prestasi kerja seseorang. Artinya semakin tinggi prestasi kerja buruh, maka semakin besar pula upah yang akan diterimanya dari perusahaan.

Di Indonesia, sistem upah prestasi banyak diterapkan untuk tenaga kerja bagian penjualan atau pun tenaga kerja bagian produksi. Dengan sistem upah ini, harapannya tenaga bagian penjualan dapat menjual lebih banyak produk dan tenaga bagian produksi dapat memproduksi lebih banyak produk.

3. Upah Skala

Sistem upah skala dijalankan dengan mempertimbangkan pada perubahan yang terjadi pada harga kebutuhan sehari – hari. Ketika harga barang kebutuhan sehari – hari meningkat, maka upah juga akan meningkat, sebaliknya ketika harga barang kebutuhan sehari – hari mengalami penurunan, maka upah juga akan mengalami penurunan.

Di era modern seperti sekarang ini, sistem upah skala sudah sangat jarang digunakan. Namun begitu, jika dibandingkan dengan sistem perupahan Indonesia yang lainnya, sistem ini pada dasarnya adalah sistem perupahan yang paling tolerir.

4. Upah Premi

Upah premi sering juga disebut sebagai upah tambahan di luar upah utama / upah bulanan. Upah ini biasanya diberikan di waktu – waktu tertentu saja seperti di akhir tahun atau pun di hari – hari besar keagamaan.

Besaran upah premi biasanya ditentukan dengan melihat pada masa kerja dan prestasi kerja yang dimiliki buruh. Dalam beberapa kasus, beberapa perusahaan terkadang ada juga yang menyamakan besaran upah premi dengan besaran upah bulanan.

5. Upah Rekanan

Sistem perupahan Indonesia yang selanjutnya adalah sistem upah rekanan. Sistem upah ini dijalankan dengan cara menjadikan buruh sebagai rekan perusahaan yang turut memiliki saham di perusahaan.

Perusahaan yang menjalankan sistem upah ini nantinya akan memberi dua macam upah, yaitu upah rutin yang diberikan setiap bulan dan upah tambahan berupa bagi hasil dari keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan.

Dibandingkan dengan beberapa sistem upah yang lainnya, sistem upah rekanan tergolong jauh lebih menguntungkan untuk pihak buruh. Sayangnya, sampai saat ini jumlah perusahaan yang menerapkan sistem upah ini masih sangat terbatas atau bahkan hampir tidak ada sama sekali.

Itulah beberapa sistem perupahan Indonesia yang diterapkan oleh perusahaan – perusahaan yang ada di Indonesia. Sekedar info tambahan, dalam prakteknya nanti, saat menetapkan upah, perusahaan juga diwajibkan untuk menaati standar UMP atau pun UMK yang berlaku di daerah operasional perusahaan. Artinya, sistem upah apa pun yang digunakan oleh perusahaan, besaran upahnya tidak boleh lebih rendah dari standar UMP atau pun UMK yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Informasi ini terkait:

prestasi umk
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.